
sumber foto : Diskominfo Kab. Ketapang
edukasiborneonews-Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menerima kunjungan audiensi dari sejumlah kepala desa dan perangkat desa di ruang kerjanya. Pertemuan ini dilakukan guna membahas serta menyampaikan usulan langsung terkait percepatan pembangunan menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) seluler di wilayah-wilayah yang sejauh ini masih terisolasi dari sinyal komunikasi (blank spot).
Dalam menyambut perwakilan warga, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Edi Radiansyah, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) David.
Adapun delegasi yang hadir menyampaikan aspirasi tersebut meliputi Kepala Desa Pangkalan Batu Mansyur, Kepala Desa Muntai Diwan, Kepala Dusun Tangir Jaya Yohanis, bersama Ketua RW Mariustoni dan Ketua RT Tangir Jaya Erniwan.
Di hadapan jajaran pemkab, para tokoh desa ini mengutarakan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Ketapang bersedia menjembatani pengajuan menara telekomunikasi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka memaparkan bahwa ketiadaan sinyal yang stabil membuat mobilitas harian warga sangat terhambat, terutama dalam mengakses layanan digital dasar seperti sektor pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga keterbukaan informasi publik.
Merespons keluhan tersebut, Wakil Bupati Jamhuri Amir memberikan sambutan hangat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengoordinasikan pengajuan ini bersama Dinas PMPD dan Dinas Kominfo agar bisa diteruskan ke pihak-pihak terkait yang berwenang.
“Akses komunikasi di era modern ini sudah menjadi kebutuhan primer yang sangat vital bagi masyarakat. Pemerintah daerah akan berusaha maksimal mengawal dan menghubungkan proposal pembangunan jaringan ini ke instansi berwenang, demi memastikan area terpencil bisa segera menikmati sinyal telepon yang layak,” tutur Jamhuri Amir.
Sinergi juga ditunjukkan oleh Kepala Dinas PMPD Edi Radiansyah dan Kepala Dinas Kominfo David. Keduanya menyatakan kesiapan penuh untuk mematangkan data teknis serta melengkapi kelengkapan berkas pendukung sebagai dasar pengusulan kepada pemerintah pusat maupun pihak operator seluler swasta.
Melalui langkah proaktif ini, Pemkab Ketapang menargetkan percepatan pemenuhan infrastruktur digital di area-area pelosok. Pemerataan akses teknologi ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan seimbang hingga ke tingkat desa.
