
edukasiborneonews-Pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau menghamparkan aspal. Infrastruktur merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang menentukan kelancaran mobilitas, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan (Pontianak, 5 juni 2026)
Menyadari keterbatasan kemampuan APBD Kabupaten Ketapang dalam menjawab seluruh kebutuhan pembangunan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kabag
Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Ketapang, pada Jumat (5/6/2026) pukul 13.00 WIB melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat di Pontianak.
Kunjungan tersebut membawa misi penting, yakni mengawal usulan pembangunan ruas-ruas jalan kabupaten yang strategis melalui skema pembiayaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada Pemerintah pusat melalui Dinas PUTR Kabupaten Ketapang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang ingin memastikan seluruh usulan yang telah diinput melalui Sistem SITIA (Sinergitas, Transparansi, Integrasi, dan Akuntabel) dapat diverifikasi, disinkronkan, serta diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Alexander Wilyo, usulan IJD Tahun 2026 menjadi salah satu prioritas penting karena terdapat sejumlah ruas jalan kabupaten yang memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui data yang disajikan secara transparan dan akuntabel dalam Sistem SITIA, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap pemerintah pusat dapat melihat secara jelas urgensi kebutuhan pembangunan jalan di Kabupaten Ketapang.
Upaya jemput bola yang dilakukan ini merupakan wujud nyata komitmen Bupati Alexander Wilyo dalam menjalankan Misi Pertama pembangunan daerah, yaitu mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang.
“Kami tidak ingin ada wilayah yang tertinggal. Pembangunan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah pedalaman,” tegas Alexander Wilyo.
Pada kesempatan tersebut, Alexander Wilyo juga berharap adanya dukungan dan sinergi dari Anggota DPR RI Komisi V Daerah Pemilihan Kalimantan Barat agar turut mengawal dan memperjuangkan usulan pembangunan jalan daerah Kabupaten Ketapang di tingkat pusat sehingga memperoleh perhatian dan prioritas dalam penganggaran nasional.
Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjut Alexander Wilyo, akan terus mengawal setiap tahapan proses ini dengan sungguh-sungguh. Harapannya, seluruh ikhtiar yang dilakukan hari ini dapat segera terwujud menjadi infrastruktur yang lebih baik, memperlancar konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang.
