
edukasiborneonews-Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa Perayaan Natal Oikumene menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Ketapang. Hal tersebut disampaikannya dalam Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Ketapang yang dihadiri Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala instansi vertikal, serta para tokoh lintas agama, etnis, dan budaya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Uskup, pastor, pendeta, suster, dan bruder, Ketua PCNU Kabupaten Ketapang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh etnis dan budaya, serta masyarakat dari berbagai latar belakang. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya semangat kebhinekaan dan toleransi di Kabupaten Ketapang. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Natal Tahun 2025 kepada seluruh umat Kristiani.
Semoga damai dan sukacita Natal membawa keberkahan, tidak hanya bagi umat yang merayakan, tetapi juga bagi persatuan dan kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujar Bupati
Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya.Dalam kesempatan yang sama, Alexander Wilyo juga menyampaikan ucapan Selamat menyambut Tahun Baru 2026, seraya mengajak seluruh masyarakat menjadikannya sebagai momentum refleksi dan penguatan kepedulian sosial.
Terkait perayaan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjut Alexander Wilyo, tidak melaksanakan acara khusus dalam menyambut Tahun Baru 2026.
Masyarakat diimbau untuk merayakannya secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Pulau Sumatera yang tengah tertimpa musibah banjir.
“Kesederhanaan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kita bersama. Kita berdoa agar saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan segera dapat bangkit kembali,” tegasnya.
Alexander Wilyo juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga harmoni antarumat beragama melalui kehadiran aktif dalam setiap momentum keagamaan, seperti Safari Ramadhan, Safari Natal, serta kegiatan Halal Bihalal pasca Idulfitri yang digelar di Balai Sungai Kedang, Kompleks Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan, Natal Oikumene kembali digelar pada tahun ini sebagai wadah silaturahmi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
“Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan. Semua agama mengajarkan cinta kasih dan perdamaian. Natal Oikumene ini kita maknai sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat pengabdian untuk membangun Ketapang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk memimpin secara adil dan mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Perbedaan yang ada bukan untuk memecah belah, melainkan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita rawat sebagai kekuatan untuk membangun daerah ini,” pungkasnya.
Ia juga mengajak para pemuka agama, FKUB, Ketua PCNU, tokoh etnis dan budaya, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Ketapang sebagai daerah yang aman, damai, dan kondusif demi terwujudnya Ketapang yang maju dan mandiri.
