
edukasiborneonews-Bupati Ketapang Alexander Wilyo Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya resmi meluncurkan program seragam sekolah dan alat tulis gratis untuk siswa SD dan SMP yang membutuhkan. Pada hari Kamis (25/09/ 2025).
Tahun ini, sebanyak 6.000 pelajar SD dan 2.500 pelajar SMP akan menerima seragam lengkap, ditambah dengan perlengkapan belajar seperti buku, pensil, penghapus, lem, hingga kebutuhan kecil lainnya. Semoga bantuan ini bisa menjadi penyemangat anak-anak kita untuk terus bersekolah dan meraih prestasi terbaik.
Bagi Bupati Ketapang, membangun Ketapang tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Yang lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah kunci bagi masa depan anak-anak kita, sekaligus jalan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah yang kita cintai ini.
Alexander Wilyo tahu, di tengah kondisi ekonomi sekarang, banyak orang tua yang harus memikirkan biaya seragam dan kebutuhan sekolah. Karena itu, meskipun kita juga sedang melakukan efisiensi anggaran, saya tetap memprioritaskan program ini. Sebab pendidikan adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dikorbankan.
Program ini bukan hanya sekadar janji kampanye, tetapi ikhtiar berkelanjutan yang akan terus Alexander Wilyo jalankan. InsyaAllah, tahun depan program ini akan disesuaikan kembali agar lebih tepat sasaran, terutama bagi siswa baru dan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Selain bantuan seragam dan alat tulis, Bupati Ketapang juga menyiapkan program beasiswa pendidikan melalui Dinas Pendidikan. Untuk itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo sudah meminta agar pendataan dilakukan secara adil dan transparan, supaya bantuan benar-benar sampai kepada anak-anak yang layak menerimanya.
Ia menamnahkan bantuan ini mungkin sederhana, tetapi maknanya besar. Bupati Alexander ingin setiap anak di Ketapang berangkat ke sekolah dengan senyum, penuh percaya diri, tanpa terbebani soal seragam atau alat tulis.
“Karena di pundak merekalah, masa depan Ketapang yang maju dan mandiri akan kita wujudkan bersama”, tutur Alexander Wilyo.
